_kini redup cahayanya_hanya mampu terangi diri sendiri_
Opto Ergo Sum:
H. A. A. J. a.k.a. EIJEISAN Terlahir di Semarang pada tanggal 10 Desember. Seorang penulis. Suka mendengar, membaca dan menulis apa saja. Mencintai diri sendiri.
Lelaki itu masih terdiam sendiri di sana. Sepintas, dia terlihat seperti sedang menunggu seseorang. Namun terlepas dari siapapun yang dinantinya, ini sudah terlalu lama. Apapun yang telah dilakukannya barusan, pastilah tiada lebih daripada sebuah kesia-siaan. Karena faktanya, sampai detik ini pun, dia masih menunggu juga. Tapi mungkin dia tidaklah sendiri. Karena saat ini pun, saya juga tengah menunggu seseorang_`yang ternyata tiada pernah kunjung datang`. Sepertinya kami berdua memang senasib`. Dan tiba-tiba, entah mengapa untuk beberapa saat, saya sempat merasa tersesat di alam pikir saya sendiri. Cukup lama, sampai-sampai terbersit juga keinginan untuk menyerah itu. Dan ketika mulai sedikit tersadar, saya dapati lelaki itu tengah tersenyum kepada saya. Senyuman yang begitu saya hafal. `Ini adalah senyum saya sendiri`. Sampai akhirnya saya sadari, saya sendirian di sana..
Aku mencintaimu, hanyalah dirimu yang aku cinta. Aku menyayangimu, hanyalah dirimu yang aku sayang. Sungguh hanya dirimu. Maka percayakan hati lembutmu itu, hanya untukku.
Keberadaanmu menguatkanku, kekasihku. Pelukan hangatmu, selamatkan aku dari dera kesendirian. Percaya padaku, hanyalah dirimu yang aku inginkan.