Pastinya Hanya Tuhan Yang tahu
Kadang-kadang heran juga, kenapa saya sering merasa kesepian di tengah bisingnya kota ini. Berusaha untuk ceria sebenarnya, namun sayangnya sangat jarang sekali berhasil. Apa memang saya sependiam ini? Belakangan ini semakin saya sadari bahwa perasaanlah yang menguasai sebagian besar kekuatan dalam diri saya. Awalnya sih hendak mengagung-agungkan logika seperti kebanyakan lelaki lainnya. Tapi sepertinya itu bukanlah saya. Mungkin saya tidak akan pernah bisa berubah. Kalaupun bisa, pasti tidak akan begitu jauh dari keadaan yang sekarang. Lain waktu ketika ditimpa kemalangan, saya berusaha menerimanya sebagai anugerah. Saya usahakan cermati lebih detail segala sakit atas segenap luka yang ada. Rupa-rupanya rasa sakit pun memiliki arti ketika dipahami. Malahan saya bisa merasakan bahwa jasad dan ruh ini ada dan masih berfungsi. Setidaknya untuk merasakan penderitaan. Ada waktunya saya ingin segera menemukan perempuan yang nantinya akan saya jadikan pendamping hidup. Sosok lembut dan manis yang selalu menyambut kepulangan saya dengan senyum lembut dan pelukan hangat. Entah kapan datangnya saat itu. Saya hanya akan berusaha menemukannya di alam serba tak menentu ini. Pastinya hanya Tuhan yang tahu bagaimana awal dan akhirnya nanti.
Posted at 08:23 am by eijeisan