Image Hosted by ImageShack.us











Photobucket - Video and Image Hosting
_kini redup cahayanya_hanya mampu terangi diri sendiri_

Image Hosted by ImageShack.us


Eijei

Opto Ergo Sum:

H. A. A. J. a.k.a. EIJEISAN
Terlahir di Semarang pada tanggal 10 Desember.
Seorang penulis.
Suka mendengar, membaca dan menulis apa saja.
Mencintai diri sendiri.


E-mail: eijeisan@gmail.com
Y!M: eijeisan
Friendster: eijeisan@yahoo.com


Solar Plexus:

Lelaki itu masih terdiam sendiri di sana. Sepintas, dia terlihat seperti sedang menunggu seseorang. Namun terlepas dari siapapun yang dinantinya, ini sudah terlalu lama. Apapun yang telah dilakukannya barusan, pastilah tiada lebih daripada sebuah kesia-siaan. Karena faktanya, sampai detik ini pun, dia masih menunggu juga. Tapi mungkin dia tidaklah sendiri. Karena saat ini pun, saya juga tengah menunggu seseorang_`yang ternyata tiada pernah kunjung datang`. Sepertinya kami berdua memang senasib`. Dan tiba-tiba, entah mengapa untuk beberapa saat, saya sempat merasa tersesat di alam pikir saya sendiri. Cukup lama, sampai-sampai terbersit juga keinginan untuk menyerah itu. Dan ketika mulai sedikit tersadar, saya dapati lelaki itu tengah tersenyum kepada saya. Senyuman yang begitu saya hafal. `Ini adalah senyum saya sendiri`. Sampai akhirnya saya sadari, saya sendirian di sana..


contact at YM!
   


Orang Asing Terjebak di Rimba Kuantum


Free Website Counter
Online Colleges

Simulacrum Areas:

ShiraAi ~ Santuarie ~ Planet Ninus ~ Yuka ~ uLLy ~ AkuYgKauPgglHONEY ~ Zia ~ Your Faithfully ~ Yuuki ~ SakuraCamui ~ Me ~ Ombolot ~ Pipit ~ Fannie ~ Iwan ~ Leetha miaw ~ Phoebe ~ -MeiLiaNa- .* ~ V-G ~ eq ~ Kei666 ~ Subur___ ~ vi-3 ~ munadi ~ paulin ~ sa ~ utHe ~ poetry ~ rara ~ topan ~ boku_baka ~ Hani ~ nitchy ~ izza ~ maknyak ~ isa ~ Yaya ~ Irvan Karta ~ pepeng ~ Zilko ~ iwok ~ wesy ~ linda ~ gembuLL ~ Musha ~ Tina ~ Aan ~ Arja ~ Jazzcoffee ~ Dodolzk ~ YNa ~ sam ~ Ag ~ rahmad ~ david ~ steylla ~ haris ~ horehujan ~ fay_ahmed ~ sarri! and ari! ~ Nada ~ Ai ~ niex ~ koko ~ zam ~ semuasayanganna ~ kurpix ~ waroeng kopi


Phase Space:

Image Hosted by ImageShack.usImage Hosted by ImageShack.usImage Hosted by ImageShack.usImage Hosted by ImageShack.usImage Hosted by ImageShack.usImage Hosted by ImageShack.usImage Hosted by ImageShack.usImage Hosted by ImageShack.us

Affiliates:

BlogFam Community
Loenpia dot net
Photobucket - Video and Image Hosting
Lomba Hut bz!

Galeri eijeisan (klik untuk melihat-red)


SEARCH

powered by FreeFind


Link Me

Image Hosted by ImageShack.us

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Saturday, September 09, 2006
# philo vol 30

Kebenaran Selalu Dicari

Sepertinya memang tidak mudah untuk menemukan kesederhanaan di alam kita saat ini. Semuanya sudah terkondisikan menjadi serba rumit. Kalaupun pada awalnya mudah, kini banyak orang terlanjur membuat jargon etika, tata cara maupun norma, dan kemudian jadi berbelit. Keadaan sudah tidak seperti dahulu. Memang benar bahwa tatacara merupakan bagian dari budaya. Manusia jadi teristimewa dan tampak berbeda karena aktivitas ini. Sejak dahulu manusia selalu membuat berbagai aturan demi terciptanya keteraturan dan kenyamanan kehidupan bersama. Ini hanyalah tahap awal (penciptaan oleh manusia). Berikutnya, berbagai aturan ciptaan tersebut (setelah di-amini oleh banyak pihak-red) akan memiliki kemampuan untuk membentuk manusia (dari sudut personality-red). Mungkinkah keadaan sudah berbalik? Di Indonesia, kita mendengar istilah kepribadian Pancasila. Konon inilah kepribadian yang diidam-idamkan oleh founding father kita. Mungkin anda semua masih ingat berbagai penataran P-4 yang dulu sering diadakan oleh instansi-instansi pendidikan kita. Terus terang, sejak dulu saya paling enggan mengikutinya. Meski akhirnya tetap mengikuti dikarenakan keterikatan kurikulum (tentunya dengan perasaan kesal-red). Bagi saya segala penataran tadi tidak lebih daripada sekedar pedagogi, propaganda atau istilah gampangnya "pembatasan area berpikir". Keadaan ini tidak jauh berbeda dengan era NAZI ala Hitler di jerman!!. Konsekuensi konkret dari keadaan tadi adalah terciptanya manusia-manusia seragam (manusia-manusia tidak kreatif-red). Sepertinya saya lebih sepakat kepada teknik pencarian kebenaran ala Hegel yang mengusung "dialektika". "Kebenaran selalu dicari". Akan selalu ada penyangkalan-penyangkalan demi memperoleh kebenaran murni. So, terlepas dari segala paham dan kesukuan masing-masing, marilah kita cari kebenaran sejati, dengan tanpa menafikan kebenaran pribadi yang lain.


Posted at 11:59 am by eijeisan

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry


~kembali ke atas~




Banner Indonesia Network