 Opto Ergo Sum:
EIJEISAN Terlahir di Semarang pada tanggal 10 Desember. Seorang penyendiri. Suka mendengar, membaca dan menulis apa saja. Mencintai diri sendiri.
E-mail: eijeisan@gmail.com Y!M: eijeisan Facebook: eijeisan@yahoo.com
Solar Plexus:
Lelaki itu masih terdiam sendiri di sana. Sepintas, dia terlihat seperti sedang menunggu seseorang. Namun terlepas dari siapapun yang dinantinya, ini sudah terlalu lama. Apapun yang telah dilakukannya barusan, pastilah tiada lebih daripada sebuah kesia-siaan. Karena faktanya, sampai detik ini pun, dia masih menunggu juga. Tapi mungkin dia tidaklah sendiri. Karena saat ini pun, saya juga tengah menunggu seseorang_`yang ternyata tiada pernah kunjung datang`. Sepertinya kami berdua memang senasib`. Dan tiba-tiba, entah mengapa untuk beberapa saat, saya sempat merasa tersesat di alam pikir saya sendiri. Cukup lama, sampai-sampai terbersit juga keinginan untuk menyerah itu. Dan ketika mulai sedikit tersadar, saya dapati lelaki itu tengah tersenyum kepada saya. Senyuman yang begitu saya hafal. `Ini adalah senyum saya sendiri`. Sampai akhirnya saya sadari, saya sendirian di sana..
|
|
Thursday, January 03, 2008
Tidak Perlu Mencari Sahabat Baru
Kadang-kadang timbul keheranan dalam diri saya. Apa benar jika evolusi teknologi manusia saat ini sudah mendekati kesempurnaannya, seperti yang sering dielu-elukan oleh banyak orang itu?
Zaman dahulu, manusia selalu butuh untuk bertatap muka (face to face), entah itu untuk transaksi, melepas kerinduan atau sekedar ngobrol-ngobrol dengan juntrungan yang tidak jelas.
Aktivitas manusia benar-benar seperti dibatasi, dan mereka pun mulai mulai menyadari keterbatasan itu. Kala itu diyakini benar, bahwasannya jarak geografislah (baca: jauh) kendala terbesar dan utama. Berbagai cara dilakukan, berbagai penemuan baru pun akhirnya ditemukan, entah itu dalam bentuk surat-menyurat, telegram, fax, telepon genggam, atau bahkan internet.
Kini kendala geografis (baca:jauh) bukan lagi masalah. Di manapun manusia berada, dia selalu bisa dihubungi dan menghubungi. Dari sinilah keheranan dalam diri saya mulai bermunculan.
Saat ini bukan lagi masalah besar jika kita terpisah jauh dari sahabat kita. Ada banyak teknologi, dan kita akan bisa untuk tetap saling 'stay close' dengan mereka, entah itu via sms, phone call, atau video conference. Kita tidak perlu mencari sahabat baru lagi.
Berada di tempat umum dan terdera kebosanan? Jangan khawatir, ada Ipod, MP3 player maupun ponsel walkman yang akan menemani. Anda tidak perlu repot-repot mengobrol dengan orang di sebelah anda. Kalau pun ingin mengobrol, anda bisa melakukannya dengan sahabat anda yang 'itu-itu saja'. Anda masih bisa untuk tetap saling berbagi, tertawa lepas atau bahkan menangis tersedu-sedu. Anda tidak perlu malu, karena saat ini, hampir semua orang melakukannya. Jadi inilah keheranan saya yang sebenarnya. Inovasi teknologi memungkinkan kita untuk mempersempit jarak yang dulunya jauh. Tapi sangat disayangkan, karena ternyata inovasi tersebut membuat kita menjadi 'jauh' terhadap apa yang semestinya dekat.
Posted at 10:10 am by eijeisan
Permalink
Friday, December 14, 2007
Percayalah...
Aku mencintaimu, hanyalah dirimu yang aku cinta. Aku menyayangimu, hanyalah dirimu yang aku sayang. Sungguh hanya dirimu. Maka percayakan hati lembutmu itu, hanya untukku.
Keberadaanmu menguatkanku, kekasihku. Pelukan hangatmu, selamatkan aku dari dera kesendirian. Percaya padaku, hanyalah dirimu yang aku inginkan.
Posted at 03:03 am by eijeisan
Permalink
Monday, December 10, 2007
Selamat Hari Lahir, eijeisan...
Sayank,,hR ni umur sayank b'tmbh saTu. Hr ini bkn uTk
disLmti,tp utk direnungi. Ap aj yg ud mas Lkkn sLm hdp didnia
ini. Smg dg b'+ny umr,mas smkin + b'iman,b'tqwa,+ dwsa,bs
mmbhgiakan oRtu,cpt nyLesein skRpsi,&cpt
kTmu jodohny mas. Amin. Sayank,hny seuntai doa ini
yg bs t'ucap dr bibiRq&hatiQ.. Luv U..
Pengirim: Mita +628564373XXXX
Dikirim: 10 Des 2007 03:36:57
Posted at 03:57 pm by eijeisan
Permalink
Saturday, November 17, 2007
Mencari-cari Alasan
Dalam sebuah milis, ada yang menanyakan kepada saya ihwal kemunculan saya di milis tersebut secara tiba-tiba. Dia menanyakan kepada saya perihal maksud-maksud "tertentu" apa saja yang melatarbelakangi keikutsertaan saya?!..
Saya bingung mau menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban apa?..Toh tidak ada maksud-maksud tertentu. Akhirnya saya berusaha mencari-cari alasan di rimba kata, namun tidak kunjung ketemu..
Akhirnya saya bilang kepada dia, jikalau maksud-maksud tertentu pastilah ada. Bukannya segala tindakan yang bertanggungjawab sudah pasti diawali oleh sebuah maksud?
Jadi sebenarnya mana yang semestinya benar (dibenarkan)?.
Maksud yang mengawali tindakan? Sehingga sewaktu-waktu manakala ada yang bertanya, kita sudah siap dengan sederetan jawaban diplomatis?
Atau kita tidak terlalu memusingkan maksud? Setahu saya jawaban yang biasanya bisa diandalkan ketika ditanya adalah "ISENG". Benar-benar jawaban yang klasik. Meski menurut saya "lebih jujur" daripada kita mati-matian "mencari alasan", hehehe
Posted at 12:24 pm by eijeisan
Permalink
Friday, November 02, 2007
Bulan Sabitku
Langit memang tak selamanya malam, karena akan segera datang pagi. Teriknya mentari siang pun akan segera tergantikan oleh senja yang seteduh tatap bola matamu. Kuharap engkau tidak melupakan janji kita malam ini. Katamu, kan bisa kulihat lagi indah senyummu itu. Semoga saja kali ini kamu tidak berbohong padaku, bulan sabitku.
Posted at 03:53 am by eijeisan
Permalink
Tuesday, October 10, 2006
Pastinya Hanya Tuhan Yang tahu
Kadang-kadang heran juga, kenapa saya sering merasa kesepian di tengah bisingnya kota ini. Berusaha untuk ceria sebenarnya, namun sayangnya sangat jarang sekali berhasil. Apa memang saya sependiam ini? Belakangan ini semakin saya sadari bahwa perasaanlah yang menguasai sebagian besar kekuatan dalam diri saya. Awalnya sih hendak mengagung-agungkan logika seperti kebanyakan lelaki lainnya. Tapi sepertinya itu bukanlah saya. Mungkin saya tidak akan pernah bisa berubah. Kalaupun bisa, pasti tidak akan begitu jauh dari keadaan yang sekarang. Lain waktu ketika ditimpa kemalangan, saya berusaha menerimanya sebagai anugerah. Saya usahakan cermati lebih detail segala sakit atas segenap luka yang ada. Rupa-rupanya rasa sakit pun memiliki arti ketika dipahami. Malahan saya bisa merasakan bahwa jasad dan ruh ini ada dan masih berfungsi. Setidaknya untuk merasakan penderitaan. Ada waktunya saya ingin segera menemukan perempuan yang nantinya akan saya jadikan pendamping hidup. Sosok lembut dan manis yang selalu menyambut kepulangan saya dengan senyum lembut dan pelukan hangat. Entah kapan datangnya saat itu. Saya hanya akan berusaha menemukannya di alam serba tak menentu ini. Pastinya hanya Tuhan yang tahu bagaimana awal dan akhirnya nanti.
Posted at 08:23 am by eijeisan
Permalink
Saturday, September 09, 2006
Jangan Dihiraukan
Apakah engkau tahu apa yang aku rasakan saat ini? Sungguh, aku benar-benar merasakan sepi dan sendiri. Lantunan musik siang ini pun hanya bisa menyakiti. Aku tak dapat berpikir lebih jernih lagi. Inginnya engkau ada di sini saat ini, menemaniku!. Sungguh, aku ingin melihatmu. Mungkin memang benar, ini semua salahku. Terlalu riskan bagiku untuk mencintaimu. Maka tertawakan saja aku! Dan nantinya bila aku jatuh dan tersungkur, tetap saja berlalu dan jangan kau hiraukan. Aku sudah kehilangan eksistensi, tidak bisa diharapkan lagi.
Posted at 03:36 pm by eijeisan
Permalink
Manusia membentuk atau dibentuk
Sepertinya memang tidak mudah untuk menemukan kesederhanaan di alam kita saat ini. Semuanya sudah terkondisikan menjadi serba rumit. Kalaupun pada awalnya mudah, kini banyak orang terlanjur membuat jargon etika, tata cara maupun norma, dan keadaan pun jadi berbelit. Memang benar bahwa tata cara merupakan bagian dari budaya. Manusia jadi teristimewa dan tampak berbeda karena aktivitas ini. Sejak dahulu manusia selalu membuat berbagai aturan demi terciptanya keteraturan dan kenyamanan kehidupan bersama. Ini hanyalah tahap awal (penciptaan oleh manusia). Berikutnya, berbagai aturan ciptaan tersebut (setelah di-amini oleh banyak pihak-red) akan memiliki kemampuan untuk membentuk manusia (baca: Personality).
Posted at 11:59 am by eijeisan
Permalink
Friday, September 01, 2006
Selamat Datang di Dimensi Kuantum
Banyak pemikiran, renungan, dan keluh kesah yang tertuliskan
di blog ini. Ada kenyataan, fiksi,
maupun peleburan antara keduanya. Sebut saja ini rumit, toh hidup kita pun juga
begitu sejak dahulu. Anggap saja ketersesatan sebagai bagian dari hidup kita.
Biarkan saja kehadirannya menjadikan perjalanan kita sedikit lebih lama dengan
gerakan memutar, berjalan di tempat, atau bahkan berhenti karena menemui jalan
buntu.
Banyak orang memberikan berbagai penafsiran berbeda
kepada saya selaku si pemilik blog. Ini bukanlah sebuah masalah. Sama sekali
bukan!!. Anda berhak menentukan dikotomi benar - salah menurut keyakinan anda
sendiri. Blog ini hanya akan berkisah tentang saya beserta obyek yang “ADA”
di sekitar saya. Semua yang ada, entah riil atau bahkan absurd, akan dibahas di
sini. Bisa jadi anda akan keasyikan setelah hanyut dan lebur di dalamnya. Saya
tahu, saat itu anda tengah tersesat. Selamat datang di dimensi kuantum...
Posted at 11:28 pm by eijeisan
Permalink
Saturday, August 19, 2006
Entah sampai kapan? Entah apa jadinya nanti?
Mungkin benar jika dikatakan rasa suka selalu datang tiba-tiba.
Semua orang bisa saja merasainya, tidak terkecuali aku. Belakangan ini telah
hadir satu sosok yang membuatku jatuh hati. Kini ku tak bisa melupakannya
barang semenit pun. Perempuan itu bernama Wen. Tidak pernah menyangka bahwa
hati ini bisa luluh di hadapannya. Sepertinya dialah sosok yang selama ini aku
cari-cari.
Sebenarnya sudah cukup lama dia ada di sekitarku.
Hanya saja kebekuan hati waktu itu tidak memungkinkanku untuk menyadari arti
sebuah eksistensi. Saat itu hanya ada aku, ego dan refleksi perempuan-perempuan
imajinair yang dulu datang dan pergi. Kehadiran Wen adalah titik balik bagiku”.
Rasa-rasanya ingin kuhentikan perjalanan absurd ku. Saat ini kurasa cukup jika
bisa duduk bersampingan dengannya. Entah sampai kapan? Entah apa jadinya nanti?
Posted at 11:45 am by eijeisan
Permalink
|
|
|